Di jalan-jalan negara-negara Asia Tenggara seperti Thailand, Laos, Singapura, dan Indonesia, satu barang "Buatan China" menjadi populer, dan itu adalah kendaraan listrik China.
Menurut People's Daily Overseas Network, kendaraan listrik China telah melakukan ekspansi besar-besaran ke pasar internasional, dan pangsa pasarnya di Asia Tenggara telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir, mencapai sekitar 75%. Para analis menunjukkan bahwa produk berkualitas tinggi dan terjangkau, strategi lokalisasi perusahaan, permintaan akan perjalanan ramah lingkungan, dan dukungan kebijakan selanjutnya merupakan kunci keberhasilan kendaraan listrik China di Asia Tenggara.
Di jalanan Vientiane, ibu kota Laos, kendaraan listrik yang diproduksi oleh perusahaan Tiongkok seperti SAIC, BYD, dan Nezha dapat dilihat di mana-mana. Para pelaku industri mengatakan: "Vientiane seperti pameran untuk kendaraan listrik buatan Tiongkok."
Di Singapura, BYD adalah merek mobil listrik terlaris dan saat ini memiliki tujuh cabang, dengan rencana untuk membuka dua hingga tiga toko lagi. Di Filipina, BYD berharap dapat menambah lebih dari 20 dealer baru tahun ini. Di Indonesia, model global energi baru pertama Wuling Motors, "Air ev", menunjukkan kinerja yang baik, dengan peningkatan penjualan sebesar 65,2% pada tahun 2023, menjadikannya merek kendaraan listrik terlaris kedua di Indonesia.
Thailand adalah negara dengan jumlah penjualan kendaraan listrik terbesar di Asia Tenggara. Pada tahun 2023, produsen mobil Tiongkok menguasai sekitar 80% pangsa pasar kendaraan listrik Thailand. Tiga merek mobil listrik terpopuler di Thailand tahun itu semuanya berasal dari Tiongkok, yaitu BYD, Nezha, dan SAIC MG.
Para analis percaya bahwa ada banyak faktor yang bertanggung jawab atas keberhasilan kendaraan listrik Tiongkok di Asia Tenggara. Selain teknologi canggih dan fungsi inovatif dari produk itu sendiri, kenyamanan yang baik, dan keamanan yang andal, upaya lokalisasi perusahaan Tiongkok dan dukungan kebijakan lokal juga penting.
Di Thailand, produsen mobil listrik Tiongkok telah menjalin kemitraan dengan perusahaan lokal ternama. Misalnya, BYD telah bekerja sama dengan Rever Automotive Company dan menunjuknya sebagai dealer eksklusif BYD di Thailand. Rever Automotive didukung oleh Siam Automotive Group, yang dikenal sebagai "Raja Mobil Thailand". SAIC Motor telah bermitra dengan Charoen Pokphand Group, perusahaan swasta terbesar di Thailand, untuk menjual kendaraan listrik di Thailand.
Dengan bermitra dengan konglomerat lokal, produsen kendaraan listrik Tiongkok dapat memanfaatkan jaringan ritel yang sudah mapan dari perusahaan-perusahaan lokal. Selain itu, mereka dapat mempekerjakan para profesional lokal untuk merancang strategi pemasaran yang paling sesuai dengan kondisi nasional Thailand.
Hampir semua produsen kendaraan listrik Tiongkok yang memasuki pasar Thailand telah melokalisasi atau berkomitmen untuk melokalisasi lini produksi mereka. Membangun basis produksi di Asia Tenggara tidak hanya akan mengurangi biaya produksi dan distribusi lokal bagi produsen kendaraan listrik Tiongkok, tetapi juga akan membantu meningkatkan visibilitas dan reputasi mereka.
Didorong oleh konsep perjalanan ramah lingkungan, negara-negara Asia Tenggara seperti Thailand, Vietnam, dan Indonesia merumuskan tujuan dan kebijakan yang ambisius. Misalnya, Thailand berupaya menjadikan kendaraan tanpa emisi mencapai 30% dari produksi mobil baru pada tahun 2030. Pemerintah Laos telah menetapkan target kendaraan listrik mencapai setidaknya 30% dari armada mobil negara tersebut pada tahun 2030, dan telah merumuskan insentif seperti insentif pajak. Indonesia bertujuan untuk menjadi produsen baterai kendaraan listrik terkemuka pada tahun 2027 dengan menarik investasi melalui subsidi dan pengurangan pajak untuk manufaktur kendaraan listrik dan baterai.
Para analis menunjukkan bahwa negara-negara Asia Tenggara secara aktif menarik perusahaan kendaraan listrik Tiongkok, dengan harapan dapat bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan Tiongkok yang sudah mapan sebagai imbalan atas akses pasar untuk teknologi, sehingga dapat mencapai perkembangan pesat industri kendaraan listrik mereka sendiri.
Waktu posting: 20 Maret 2024